• Latest News

    Senin, 18 Desember 2017

    Hidup Bahagia Menurut Paus Fransiskus



    Matakatolik.Com- Pemimpin tertinggi  umat Katolik  Dunia Paus Fransiskus, kepada Media Mingguan di Argentina-Viva, menceritakan bagaimana menciptakan kebahagiaan dalam hidup dan  mengucup syukur atas kehidupan.
    Berikut ini langkah bahagia menurut dari Paus Fransiskus

    a)  Jadilah diri sendiri. Menurut Paus Fransiskus, biarkan semua orang menjadi diri mereka sendiri. “Orang Romawi mempunyai pepatah, yang bisa dianggap sebagai referensi. Mereka bilang: Campa e lascia campà (hidup dan biarkan hidup),” ujar Paus
    Fransiskus. Itulah langka awal menuju kedamaian dan kebahagiaan hati.

    b)  Berbagi dengan orang lain tanpa lelah. Jangan jadi orang yang egois, berbagilah dengan sesama. Tak harus hal yang mahal, cukup hal-hal sederhana seperti berbagi kepedulian, saling toleransi, bertegur sapa bahkan memberikan seulas senyum saja sudah lebih dari cukup. “Jika seseorang merasa lelah, orang berisiko menjadi egois, dan air yang stagnan adalah yang pertama rusak,” nasihat Paus asal Argentina itu.

    c)  Jalani kehidupan dengan lembut. Paus Fransiskus menggambarkan bagaimana menjalani kehidupan dengan lembut seperti cerita di novel Don Segundo Sombra karya Ricardo Güiraldes. “Di ‘Don Segundo Sombra’ ada hal yang sangat indah, seorang pria yang melihat kembali hidupnya. Dia mengatakan bahwa di masa muda dia adalah aliran batu yang membawa segalanya ke depan; Saat dewasa, dia seperti sungai yang sedang mengalir, namun di hari tua, dia merasakan gerakan, tapi itu “remansado” (dibendung; melambat). Saya akan menggunakan gambar penyair dan novelis Ricardo Güiraldes ini, kata sifat terakhir “remansado”. Pesan yang bisa dipetik dari cerita tadi, kata Paus Fransiskus, yakni menjalani kehidupan dengan kebaikan, kerendahan hati dan ketenangan.

    d)  Luangkan waktu bersama keluarga. Luangkan waktu Anda untuk anak-anak dan keluargamu, demikian pesan Paus Fransiskus untuk semua keluarga. “Konsumerisme telah menyebabkan kegelisahan dan kehilangan,” ujar Paus. Hal ini membuat orang-orang lebih menghabiskan waktu untuk mengejar kekayaan dan sedikit waktu di rumah. Paus meminta setiap keluarga untuk meluangkan banyak waktu bersama. 

    e)  Hari Minggu adalah waktu keluarga. Ini berhubungan dengan point ke-4 di atas, tentang bagaimana menyisihkan waktu bersama orang-orang yang dicintai, terlepas dari tekanan pekerjaan dan lain sebagainya. Untuk keluarga Kristiani, hari Minggu digunakan untuk pergi ke Gereja bersama keluarga dan meluangkan waktu bersama usai perayaan di Gereja.

    f)  Peduli lingkungan. Paus Fransiskus berpesan tentang pentingnya menjaga dan peduli akan lingkungan alam sekitar kita. Dengan menjaga dan melestarikan alam, kita telah ikut menjaga pemberian khusus Allah kepada kita anak-anakNya. Jika kita merusak alam, itu seperti membunuh kehidupan generasi mendatang.

    g)   Berpikir positif. Jangan berpikir negatif apalagi terhadap orang lain. Semua itu tidak sehat, baik bagi pikiran maupun hubungan sosial kita dengan sesama. “Berbicara buruk tentang orang lain menunjukkan rendahnya harga diri. Itu berarti, ‘Saya merasa sangat rendah sehingga alih-alih melihat diri sendiri, saya harus menjatuhkan orang lain,’ “kata Paus. “Melepaskan hal-hal negatif dengan cepat itu sehat,” tambah Paus yang kini berusia 80 tahun itu.

    h) Hormati orang lain. Hormati pendapat dan keyakinan orang lain. Jadilah pribadi yang bertoleransi. Bersikap baiklah dengan semua orang yang berbeda, jangan memaksakan kehendak. Perlakukan orang lain dengan baik sama seperti kita ingin diperlakukan secara baik oleh yang lain.

    i) Aktif ciptakan perdamaian“Perang menghancurkan dan kita harus berseru untuk perdamaian. Saya berpikir bahwa setiap orang harus berkomitmen dalam masalah perdamaian, melakukan semua yang mereka bisa, apa yang dapat saya lakukan dari sini. Perdamaian adalah bahasa yang harus kita bicarakan,” ungkap Paus Fransiskus. Untuk itu, lanjut Paus, dia ingin setiap orang menjadi pembawa damai, menciptakan sebanyak mungkin kondisi damai dan tidak menimbulkan gejolak. Dia ingin kita semua terlibat menyuarakan perdamaian, bersuara menentang konflik yang ada di sekitar kita.

    j) Tersenyum ke orang lain. Paus Fransiskus dalam World Day of Peace 2015 pernah menyampaikan cara paling mudah dan tanpa modal untuk bahagia. Caranya dengan sesederhana tersenyum atau memberikan sapaan ‘Selamat pagi’ kepada orang lain. “Hal sederhana ini menawarkan harapan, membuka pintu, dan bisa mengubah kehidupan seseorang yang mungkin sedang terjebak dalam bayang-bayang,” kata Paus Fransiskus.


    Demikian 10 langkah jitu untuk mendapatkan kebahagiaan  menurut Paus Fransiskus. Silakan dicoba. Mampukah kita?
    Matakatolik


    • Visitor Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Hidup Bahagia Menurut Paus Fransiskus Rating: 5 Reviewed By: admin
    Scroll to Top
    ×
    Krisjaya Anugerah Sejahtera