Latest News

Caleg Katolik Harus Memiliki Spirit Keimanan dan Kebangsaan


Matakatolik.Com - Calon Legislatif Katolik harus memiliki spirit utama dalam menjalankan tugas perutusan di tengah tata dunia. Spirit itu adalah yang telah diajarkan dan diwariskan Tokoh Katolik sekaligus Pahlawan Nasional  Mgr.A.Soegiopranoto, SJ, yakni 100% Katolik dan 100% Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Pastor Bantuan Militer TNI dan Polri (Pasbanmilpol) Keuskupan TNI/Polri RD. Rofinus Neto Wuli saat memberikan materi pada acara Temu Caleg Keuskupan Tanjung Selor sekaligus  Rekoleksi Kebangsaan persiapan pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Vox Point Indonesia Kalimantan Utara, di Tanjung Selor, Sabtu (24/11/2018).

Romo Rony panggilan akrabnya mengatakan, Caleg Katolik harus memahami dua status dalam dirinya. Status tersebut yakni sebagai warga Katolik dan warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

“Dua status ini merupakan pilihan dan panggilan. Keyakinan ini akan mendorong untuk semakin menyadari bahwa kita merupakan bagian dari bangsa dan negara yaitu Indonesia,” ungkap Romo Rony.

Oleh karena itu, kata dia, setiap bentuk kegiatan, pengabdian, keterlibatan di tengah tata dunia politik atau pelayanan mewujudkan nilai-nilai Pancasila merupakan perwujudan iman kita.

Ia mendorong agar Caleg Katolik mengedepankan perjuangan politik diatas spirit keimanan dan kebangsaan yakni 100% Katolik, 100% NKRI.

Ia menjelaskan dalam ajaran Gereja Katolik, agama dan negara sebenarnya memiliki satu tujuan. Tujuannya adalah untuk kesejahteraan masyarakat atau kesejahteraan umum (Bonum Commune).

“Seorang yang beriman Katolik dituntun oleh Bunda Gereja untuk berpartisipasi secara aktif dalam tanggung jawab bersama untuk kepentingan dan kesejahteraan umum,” tegas dia.

Seorang beriman Katolik, jelas dia, mesti menjadi warga negara Indonesia yang baik. Dan, harus tampil sebagai seorang beragama Katolik yang baik pula.

Ia mengatakan tugas pekerja politik yakni mensejahterakan rakyat. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Pahlawan Nasional sekaligus Tokoh Katolik, Ignatius Josef Kasimo, yakni Salus Populi Suprema Lex yang berarti kesejahteraan rakyat adalah hukum tertinggi.

Lebih lanjut Romo Rony mengatakan tugas para Caleg Katolik sangat banyak. Lantaran banyaknya tantangan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.

Untuk itu, ia berharap agar para caleg Katolik memiliki rasa kebangsaan. Sebab, rasa kebangsaan akan timbul semangat patriotisme. Spirit itu untuk menghadapi ancaman dan tantangan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.

Ia menyebut beberapa tantangan yakni ancaman kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Tantangan tersebut, kata dia, yakni menggerusi semangat nasionalisme para penerus bangsa dengan melakukan doktrinasi secara terstruktur dan sistematis.

Ancaman lain yakni masih banyaknya rakyat hidup miskin. Kemudian adanya degradasi moral yakni munculnya penyakit sosial kronis yakni korupsi.

Salah satu yang sangat membahayakan, kata dia, yakni menyerang Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Melakukan doktrinasi terhadap SDM Indonesia. Terutama para generasi penerus bangsa agar meninggalkan nilai-nilai gotong royong, kebhinekaan, kemanusiaan yang berganti menjadi SDM yang egoistik-kapitalistik,” ujar dia.

Ancaman lain, kata Romo Rony, mengadudomba rakyat Indonesia untuk tergiring isu yang dapat memecah belah kebhinekaan dalam ketunggalikaan kita. Ia mencontohkan adanya berita hoax dan ujaran kebencian di media sosial.

Kemudian menampilkan visi politik-ekonomi yang tidak bercorak kerakyatan yang berkeadilan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Ancaman lain yakni menggangu stabilitas negara. "Dimana energi kebangsaan dicurahkan untuk menghadapinya. Dan, menyebarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan jati diri bangsa dan kebudayaan Indonesia," tegas dia.


Untuk itu ia meminta para Caleg Katolik agar menjadi bagian dari orang-orang yang dapat mengatasi tantangan dan ancaman tersebut.

Menurut dia, jalan terbaiknya adalah kembali kepada jatidiri dan karakter bangsa Indonesia yakni sesuai dengan pembukaan UUD 1945.

“Hakekat kebangsaan Indonesia yang termaktub dalam empat konsensus dasar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tungga Ika dan NKRI,” ungkap dia.

Ia menekankan bahwa Caleg Katolik harus bersumber pada ajaran dasar panggilan pelayanan yakni Pro Ecclesia Et Patria yang berarti untuk Gereja dan Tanah Air.

"Umat beriman Katolik tidak hanya mengejar kesalehan dan kebaikan untuk dirinya sendiri, tetapi harus membagi kebaikan itu kepada sesama," katanya.

Hal lain, kata Pastor Moderator DPN Vox Point Indonesia itu yakni kita dipanggil Allah untuk membangun dan memperbaiki negara. Untuk itu, jangan hanya diam dan berpangku tangan.

Berpolitik, kata dia, sebagai salah satu bentuk dan medan bakti perutusan ke tengah tata dunia untuk melayani kepentingan umum.

"Umat Katolik harus ikut serta berpolitik supaya kehidupan bersama menjadi lebih baik," harap Romo Rony.

Ervan Tou

G+

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2018 MATA KATOLIK Designed by Templateism.com and Supported by PANDE

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.
Published By Sahabat KRISTIANI