Headline News

STP Trisakti Tuan Rumah Forum Aliansi Pendidikan Pariwisata ASEAN - China


Matakatolik.com-Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Forum Aliansi Pendidikan Pariwisata ASEAN -China 2019.

Acara ini berlangsung tepat di momentum Dies Natalis ke-50 STP Trisakti yang berlangsung pada 19 Juni 2019.

Acara yang dihadiri puluhan delegasi dari ASEAN dan China ini berlangsung di Aula Auditorium Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, Bintaro, Jakarta Selatan 20 – 22 Juni 2019.

Dalam sambutannya, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, Fetty Asmaniati, menyambut baik acara ini. Menurut dia, kegiatan ini merupakan penghargaan untuk meningkatkan kualitas pada masa yang akan datang.

“Tahun ini, peluang-peluang besar ini datang ke Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti bersamaan dengan peringatan tahun emas Sekolah Pariwisata Trisakti Indonesia. Kami dengan senang hati menjadi tuan rumah pertemuan tahunan aliansi pendidikan pariwisata Asean – China dan forum internasional tentang pendidikan pariwisata Asean China 2019 dengan mitra kami Universitas Pariwisata Guilin, Cina,” kata Fetty.

Ia menyebut acara ini sangat strategis dan bermakna. Tidak hanya bagi STP Trisakti, tapi juga untuk pengembangan kerjasama antara negara-negara China dan ASEAN dalam pendidikan pariwisata dan perhotelan.

Dia optimis acara ini dapat melahirkan gagasan baru. Dapat mengembangkan inovasi baru dan secara inovatif memenuhi tuntutan pengembangan ilmiah.

Ia menyebut acara ini juga untuk meningkatkan dan menjaga keharmonisan dengan berbagai lembaga dan rekan kerja di bidang pariwisata dan perhotelan.

“Untuk menjaga kolaborasi yang baik dan menjaga hubungan yang harmonis antara masing-masing lembaga adalah tanggung jawab semua pihak,” tegas Fetty.

Dewan Pengurus Yayasan Trisakti, Harry Tjan Silalahi, mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengatakan kegiatan ini sangat penting mengingat pariwisata adalah salah satu sektor terpenting dan pendukung terbesar pembangunan di Indonesia.

Menurut Harry Tjan, kegiatan ini sejalan dengan keputusan strategis Presiden Joko Widodo, yang menyebut pariwisata adalah salah satu sumber pendapatan ekonomi utama di masa depan.

“Ini akan berdampak pada persiapan sumber daya manusia secara umum dan tentu saja infrastruktur pendukung untuk tujuan wisata pada khususnya,” kata Harry Tjan.

Ia menyebut Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti adalah salah satu sekolah pariwisata swasta tertua di Indonesia dan mmepunyai kualitas yang baik.

Selama ini, kata dia, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti juga memainkan peran penting dalam pengembangan pariwisata.

“Saya berharap Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dapat memberikan partisipasi dan kontribusinya karena pengalaman dan upaya yang telah dilakukan selama ini,” ungkap Harry Tjan.

Ia menyebut China adalah negara maju dan telah mengembangkan banyak sektor.

Ia berharap apa yang dilakukan China dapat dikerjakan oleh Indonesia.

Sebab, kata dia, Indonesia memiliki keindahan alam. Memiliki sistem nilai hidup yang tinggi dan nilai budaya yang tinggi. Semua ini akan menjadi elemen yang menyatukan umat manusia.

“Kami berharap bahwa China akan membantu negara-negara di Asean untuk meningkatkan pariwisata dengan partisipasi wisatawan dari China untuk mengunjungi negara-negara ASEAN. Karena liburan adalah bagian dari tujuan kehidupan manusia. Dengan demikian pariwisata tidak hanya dalam hal ekspektasi ekonomi tetapi juga tujuan persahabatan,” ujar Harry Tjan.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, N. W. Giri Adnyani, juga mengapresiasi kegiatan ini.

Ia mengatakan kegiatan ini merupakan langkah konkret STP Trisakti dalam mendukung program pemerintah di sektor pariwisata.

Menurut dia, kegiatan ini tentu saja bagian dari promosi untuk mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri.

“Iya, tentu saja para peserta delegasi dapat mempromosikan pariwisata dan kekeayaan alam Indonesia ke negara mereka masing-masing,” kata Giri.

Sebagaimana diketahui, pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai cara untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

Promosi pariwisata di Indonesia melalui digital, menjadi salah satu strategi yang dipakai dalam menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019.

Bahkan, pemerintah Indonesia sepakat membentuk sekretariat bersama percepatan pengembangan pariwisata sebagai upaya mewujudkan target sektor pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar di Indonesia.


Sektor pariwisata ditargetkan bisa menjaring kedatangan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dengan penerimaan devisa mencapai 17,6 juta dolar AS sampai tutup tahun ini.

Guna mempercepat akselerasi target tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Pariwisata menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) terkait pembentukan sekretariat bersama percepatan pengembangan pariwisata.

Sekretariat bersama ini bertujuan memantau dan mengevaluasi implementasi strategi kebijakan prioritas pencapaian devisa pariwisata, serta percepatan pengembangan destinasi wisata.

Ervan Tou

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2018 MATA KATOLIK Designed by Templateism.com and Supported by PANDE

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.
Published by Sahabat KRISTIANI